nuffang

pembolg himpunan terbaik ini memohon kerjasama pembaca blog supaya mengabaikan iklan yang tidak menutup aurat dan seakan dengan ye..

TAJAAN HIMPUNAN TERBAIK

Selasa, 16 November 2010

cinta kepada isteri-isterinya cara rasulullah saw.

Betapa Adilnya Rasulullah SAW pada isteri-isterinya


Rasulullah saw. adalah orang yang pertama menghiburnya ketika isterinya bersedih, menghapus air matanya, mengetahui perasaannya, tidak memojokkannya dengan kata-kata yang tidak enak di dengar,  beliau saw. mendengarkan pengaduannya, meringankan kesedihannya, bertamasya dan berlomba dengannya, mempertimbangkan usulannya, menghormati pribadinya tidak merendahkannya ketika terjadi musibah atau masalah, bahkan beliau saw. memberitahukan cintanya kepadanya dan bahagia dengan cinta tersebut, berikut adalah beberapa contoh kasih sayang Rasulullah saw. terhadap isteri-isterinya:

Mengetahui perasaannya
Rasulullah saw. bersabda kepada Aisyah Ra. : ”Sesungguhnya saya mengetahui jika kamu senang terhadap saya, dan jika kamu sedang marah kepadaku, Aisyah berkata: dari mana Baginda mengetahuinya? Rasulullah saw. menjawab: adapun jika engkau sedang senang terhadapku, maka kamu akan mengatakan ‘tidak’ dan demi Tuhan (nya) Muhammad! Dan jika kamu sedang marah maka kamu akan mengatakan ‘tidak’ dan demi tuhan (nya) Ibrahim as.! Aku (Aisyah as.) berkata: ya, betul itu..”.
(HR. Aisyah as. , al muhaddits: Muslim, Hadits shahih, sumber: al Musnad as Shahih, Hal atau no: 2439).


Rasulullah saw. Memperhatikan rasa cemburunya dan cintanya
Hadits dari Ummu salamah ra. Bahwasanya ia membawakan Rasulullah saw. dan para sahabatnya satu piring makanan, kemudian Aisyah ra. Datang dengan memakai pakaian (kisaa’), dan sedang membawa fahr (sebuah batu), dan menggunakan fahr tersebut memecahkan piring (yang di bawa oleh Ummu Salamah), kemudian Rasulullah saw. mengumpulkan ke dua pecahan piring tersebut, dan Beliau saw. bersabda: “makanlah telah cemburu Ummu kalian dua kali, kemudian Rasulullah saw. mengambil piringnya Aisyah Ra. Dan memberikannya kepada Ummu salamah Ra. Dan memberikan piring Ummu Salam Ra. Kepada Aisyah Ra. “.
(HR. Ummu Salamah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits al Baany, sumber: shahihu Nasaai, Hal atau no: 3966).

Rasulullah saw. memahami kelemahannya dan tabiatnya
Rasulullah saw. bersabda: “Aku berwasiat kepada kalian mengenai wanita,  karena perempuan di ciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), sesungguhnya sesuatu yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya, jika kamu (memaksanya) supaya lurus, maka kamu akan memecahkannya, dan jika kamu membiarkannya bengkok maka ia akan senantiasa bengkok, maka aku berwasiat kepada kalian (peliharalah dengan baik) para wanita”.
(HR. Abu Hurairah Ra., Hadits Shahih, Sumber: al Jaami’u Sshahih, al Muhaddits: Bukhari, Hal atau no: 3331).


Rasulullah saw. mengadu dan bermusyawarah dengannya.
Rasulullah saw. bermusyawarah dengan isteri-isterinya mengenai hal-hal yang penting, diantaranya Rasulullah saw. bermusyawarah dengan Ummu Salamah Ra. Pada ” Shulhul Hudaibiyah”. (perdamaian Hudaibiyah),  Ketika Rasulullah saw. telah selesai menulis hal-hal yang beliau saw. sepakati dengan pihak kaum Quraisy, yaitu perjanjian Hudaibiyah tahun Hudaibiyah, beliau bersabda kepada para sahabatnya: “berdirilah kalian semua, berkorbanlah (potong hewan kurban), dan bertahallul –lah (cukur rambut), beliau saw. bersabda: tidak ada seorangpun dari mereka yang berdiri, sampai beliau mengatakan hal tersebut tiga kali, ketika tidak ada satupun dari mereka yang berdiri, maka beliaupun masuk dan menemui Ummu Salamah Ra. kemudian menceritakan hal tersebut kepadanya,  maka Ummu Salamah mengatakan kepadanya: Wahai Nabi Allah !, keluarlah dan jangan bicara dengan siapapun dari mereka, sampai Baginda memotong hewan kurban milik Baginda dan panggillah tukang cukur Baginda dan bercukurlah, beliaupun saw. berdiri dan tidak berbicara dengan siapapun dari mereka, sampai beliau saw. selesai melakukan hal tersebut. Maka ketika mereka (para sahabat)  melihat apa yang telah di lakukan Rasulullah saw., merekapun berdiri dan memotong hewan kurbannya (damnya),  dan mereka saling bercukur-cukuran, sehingga hampir saja mereka salaing membunuh di karenakan ke samaran”.
(HR. Ummu Salamah Hindun Binti Abi Umayyah Ra., Hadits Mutawatir, al Muhaddits: Ibn jarir at Tabari, Sumber: Tafsir At Tabari, Hal atau no: 2/293).

Menunjukkan kecintaanya dan kesetiaannya kepadanya
Rasulullah saw. bersabda kepada Aisyah Ra. Pada hadits Ummu Zar’I t Thawil Yang di riwayatkan oleh Imma Bukhari: “ Saya untukmu seperti Abi Zar’I terhadap Ummu Zar’I “ artinya: kesetiaan dan cinta saya kepadamu seperti kesetiaan dan cinta  Abi Zar’I, kemudian Aisyah Ra. Berkata: demi Ayah dan Ibuku Engkau lebih baik daripada Abi Zar’I terhadap Ummu Zar’I”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Bukhari, sumber: Al Jaami’ As shahih, hal atau no: 5189).

Memanggilnya dengan panggilan yang baik
Rasulullah saw. memanggil Aisyah Ra. Dengan panggilan: Ya ‘Aisy.., ini Jibril as. Mengucapkan salam untukmu, maka aku (Aisyah Ra.) berkata: atasnya salam dan Rahmat Allah swt. dan berkah-Nya kepadanya, Baginda melihat apa yang aku tidak lihat. Yang dia maksud Rasulullah saw.
Terkadang beliau saw. memanggil Aisyah Ra. Dengan panggilan “wahai Humairah” , kata “humairah” ialah bentuk tashgir (diminutif) dari kata al Hamraa’ artinya yang putih.
(HR. Aisyah Ra., Hadits sanadnya shahih, al Muhaddits: Ibn Hajar al Asqalani, sumber: Fathul baari oleh Ibn hajar al Asqalaany, no atau hal: 515/2).

Rasulullah saw. makan dan minum bersamanya
Aisyah Ra. Berkata: “ketika saya sedang haidh saya minum, kemudian minuman saya di ambil oleh Rasulullah saw., kemudian beliau saw. meletakkan mulutnya di tempat bekas mulut saya, kemudian beliau minum, saya sedang menggigit sisa-sisa daging yang terletak di tulang sementara saya sedang haid, kemudian (tulang) tersebut di ambil oleh Rasulullah saw. , kemudian beliau saw. meletakkan mulutnya pada tempat bekas mulut saya”.
(HR. Aisyah Ra., Derajat hadits: shahih, Muhaddits: Muslim, Sumber: al Musnad Shahih, Hal/no: 300).


Rasulullah saw. tidak pernah mengeluhkan keadaan isterinya.
Aisyah Ra. Berkata: “Saya menyisir rambut Rasulullah saw. ketika saya sedang haid”.
(HR. Aisyah Ra., Derajat hadits: Shahih, al Muhaddits: al Bukhari, sumber: al Jaami’ shahih, Hal/no: 295).


Rasulullah  saw. tidur dan bersandar di kamar isterinya.
Aisyah Ra. Berkata: “Rasulullah saw. bersandar di kamarku ketika aku sedang haid, kemudian beliau membaca al Qur’an”.
(HR. Aisyah Ra., Derajat hadits: Shahih,
al Muhaddits: Bukhari, Sumber: al Jaami’ shahih, Hal/no: 297).


Rasulullah saw. membantu isterinya mengerjakan pekerjaan rumah
Aisyah Ra. Di tanya: mengenai apa yang di lakukan Rasulullah saw. di rumahnya? Aisyah Ra. Menjawab: beliau saw. membantu isterinya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, dan jika beliau saw. mendengarkan adzan beliaupun keluar (ke mesjid)”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Bukhari, Sumber: al Jaami’ as Shahih, Hal/No: 5363).


Rasulullah saw. mengerjakan sesuatu yang bisa beliau lakukan sendiri untuk meringankan beban isterinya
Aisyah Ra. Di tanya mengenai apa yang di lakukan Rasulullah saw. di rumahnya? Aisyah menjawab: beliau saw. mencuci sendiri pakaiannya, memeras susu kambingnya, dan melayani dirinya sendiri”.
(HR. Aisyah Ra.,  Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihul Jaami’, Hal/No: 4996).
Aisyah Ra. Juga mengatakan bahwa: Rasulullah saw. sendiri yang menjahit bajunya, menambal sandalnya dan mengerjakan seperti apa yang di lakukan suami-suami yang lain di rumahnya”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihul Jaami”, Hal/No: 4937).
Menahan diri  (agar tidak marah) untuk kebahagiaannya (pada hal-hal yang boleh)
Abu Bakar Ra. Masuk ke rumahnya Aisyah Ra. Sementara terdapat dua anak perempuan yang sedang memukul rebana, dan keduanya menyanyi, sementara Rasulullah saw. sedang menutup kepalanya dengan kainnya, kemudian beliau saw. membuka penutup di wajahnya dan mengatakan: wahai Abu Bakar biarkan saja! Hari ini adalah hari raya, yaitu hari-hari Mina, sementara Rasulullah saw. pada waktu itu berada di Madinah”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Shahihu nasaa’I, Hal/No: 1596).

Rasulullah saw. cinta kepada isteri-isterinya
Rasulullah saw. sangat cinta dan sayang terhadap Khadijah Ra. Sementara saya (Aisyah Ra.) tidak pernah bertemu dengan Khadijah, Aisyah Ra. Berkata: jika Rasulullah saw. memotong seekor kambing, maka beliau saw. bersabda: kirimkanlah (dagingnya) untuk kerabat-kerabat Khadijah. Aisyah Ra. Berkata: dan pada suatu hari aku marah, dan aku mengatakan: Khadijah? Lalu Rasulullah saw. bersabda : sesungguhnya saya telah di karuniai cintanya”…
(HR. Aisyah Ra., Hadits shahih, al Muhaddits: Muslim, sumber: al Musnad as Shahih, hal/no:2435).
74712- jika beliau saw. memotong kambing, beliau saw. bersabda: kirimkanlah kepada kerabat-kerabat Khadijah”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Muslim, Sumber: Shahihul jaami’, Hal/No: 4722).
Rasulullah saw. memuji isterinya
“Kelebihan Aisyah Ra. Di bandingkan isteri-isterinya yang lain seperti bandingannya Tsaried (bubur, roti yang di remuk dan di rendam dalam kuah) dengan makanan-makanan yang lain”.
(HR. Anas Bin Malik Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: Muslim, Sumber: al Musnad as Shahih, Hal/No: 2446).

Rasulullah saw. bahagia ketika isterinya bahagia
Aisyah Ra. Berkata: pada suatu hari Rasulullah saw. pulang dari suatu peperangan sementara  saya menutupi sesuatu, lalu angin bertiup maka terbukalah kain penutup tersebut dan kelihatanlah boneka-boneka mainanku, Rasulullah saw.pun bertanya: apa ini? Aisyah Ra. Menjawab: ini adalah bonekaku (mainanku), kemudian beliau pun bertanya lagi: apa yang terdapat di tengah-tengahnya ini? Aku menjawab: itu adalah kuda, beliau saw. bertanya lagi: apa yang terdapat di tubuhnya ini? Aku menjawab: itu adalah dua sayap, beliau bersabda: kuda mempunyai dua sayap? Aku berkata: apakah baginda Rasulullah saw. tidak pernah mendengar bahwasanya Sulaiman bin Daud mempunyai seekor kuda yang punya sayap. Rasulullah saw. pun tertawa sehinnga nampak gigi gerahamnya”.
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits: al Baany, Sumber: Ghayatul maram, Hal/No: 129).

Rasulullah saw. memperhatikan akhlak yang baik dari isteri-isterinya
…jika tidak di sukai salah satu dari perangainya (si isteri) mungkin anda dapat menyukai perangainya yang lain…
(HR. Muslim, Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, sumber al Musnad as Shahih, Hal/No: 1469).
Tidak menyebarkan rahasia-rahasianya (baik dari pihak isteri atau suami)
Sesungguhnya orang yang paling jelek (jahat) posisinya di sisi Allah pada hari kiamat ialah: suami yang membuka rahasia isterinya (mempermalukannya), dan isteri yang mempermalukan suaminya, dan menyebarkan rahasianya”.
(HR. Abu Sa’id al Khudry, Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, Sumber: al Musnad Shahih, Hal/No: 1437).

Rasulullah saw. tidak menyaikiti atau memukul isterinya
Rasulullah saw. tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, Beliau saw. tidak pernah memukul isterinya, dan juga pembantunya, kecuali jika beliau sedang berjihad di jalan Allah Swt. (berperang….
(HR. Aisyah Ra., Hadits Shahih, al Muhaddits Muslim, sumber: al Musnad as Shahih, Hal/No: 2328).

Rasulullah saw. menjaga dan mengusap air mata isterinya
Shafiyah Ra. Bersama dengan Rasulullah saw. pada suatu perjalanan, lalu ia lambat di dalam perjalanan, maka Rasulullah saw. menemuinya sementara ia sedang menangis, dan berkata: baginda memberikan aku unta yang lambat, maka Rasulullah saw. mengusap air mata di kedua matanya dan mendiamkannya”.
(HR. an Nasaa’i).
Rasulullah saw. menyuapi isterinya
Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya kamu tidak akan menafkahkan suatu nafkah yang engkau mengharap dengan nafkah tersebut Ridha Allah, kecuali Allah akan menambahakan dan meninggikan derajatmu, sekalipun hanya suapan yang engkau letakkan di mulut isterimu”.
(al Muhaddits: Ibn Taimiyyah, Hadits Shahih, Sumber: al Majmu’ fatawa, Hal/No: 30/10).

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Arkib Blog